Logo Pengadilan Negeri Makassar
shade

Ditjen Badilum Gelar Pembekalan bagi Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita yang Akan Melaksanakan Tugas di Tempat Baru

Dalam rangka memastikan integritas dan kompetensi kepaniteraan peradilan umum selaku pelaksana administrasi perkara, Ditjen Badilum mengadakan pembekalan secara online kepada para pejabat Kepaniteraan pengadilan tinggi dan pengadilan negeri yang baru mendapatkan tugas mutasi ke satuan kerja baru. Kegiatan ini dibuka Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum Hasanudin, S.H., M.H. pada hari Selasa, 5 Oktober 2024.

Pada pembekalan ini Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum Hasanudin, S.H., M.H. menyampaikan materi tentang:

  1. Hakikat & Tugas Pokok Panitera & Panitera Muda;
  2. Kedudukan Panitera & Panitera Muda Di Pengadilan;
  3. Kode Etik & Pedoman Perilaku Panitera & Jurusita;
  4. Digitalisasi Pelayanan Peradilan;
  5. Keterbukaan Informasi Publik (KIP);
  6. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP);
  7. Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) & Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK); serta
  8. Zona Integritas & AMPUH.

Pada sesi pertama, sebanyak 295 peserta yang terdiri dari 80 panitera, 77 orang panitera muda hukum, 1 orang panitera muda niaga, 57 orang panitera muda perdata, 1 orang panitera muda perikanan, 7 orang panitera muda peradilan hubungan industrial (PHI), 60 orang panitera muda pidana, dan 12 orang panitera muda tindak pidana korupsi (tipikor) mengikuti pembinaan dan arahan dari Ditjen Badilum.

Selanjutnya pada sesi kedua, hadir 280 orang peserta yang terdiri dari 152 orang panitera pengganti, 37 orang juru sita, 47 orang juru sita pengganti dan 44 orang staf kepaniteraan yang mengikuti pembekalan secara online. Diharapkan setelah mengikuti pembekalan ini, pejabat Kepaniteraan dapat memberikan pelayanan prima pada pencari keadilan di satuan kerja baru.

IMG_6399.jpgIMG_6395.jpgIMG_6392.jpgIMG_6393.jpgIMG_6389.jpgIMG_6349.jpgIMG_6347.jpgIMG_6342.jpgIMG_6341.jpgIMG_6340.jpgIMG_6332.jpgIMG_6331.jpgIMG_6330.jpg

IMG_6329.jpgIMG_6415.jpgIMG_6407.jpg

 

Hadirkan Para Pimpinan Pengadilan Tinggi se-Indonesia secara Online, Ditjen Badilum Laksanakan Rapat Koordinasi Membahas Tugas dan Pembinaan Satuan Kerja

Menindaklanjuti arahan dari Ketua Mahkamah Agung Y.M. Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. untuk meningkatkan pengawasan melekat pada satuan kerja dan untuk membahas program pimpinan baru Mahkamah Agung RI, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum menggelar rapat koordinasi dengan para Ketua dan Wakil Ketua dari 34 Pengadilan Tinggi di seluruh Indonesia secara daring pada hari Senin, 4 November 2024. Dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum H. Bambang Myanto, S.H., M.H. didampingi Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Umum Zahlisa Vitalita, S.H., M.H., Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum, Hasanudin, S.H., M.H., Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, Kurnia Arry Soelaksono, S.E., S.H., M.Hum. dan para pejabat eselon III pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum H. Bambang Myanto, S.H., M.H. menyapa setiap Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi satu persatu. Beliau meminta pimpinan Pengadilan Tinggi dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi dan merapatkan barisan untuk mengingatkan para hakim dan pegawai pengadilan agar tercapai zero pelanggaran, dengan melakukan pencegahan dan mitigasi risiko agar tidak terjadi lagi pelanggaran seperti sebelumnya.

Pada rapat koordinasi ini, Dirjen Badilum mengingatkan kembali bahwa ada 4 fungsi yang harus dijalankan oleh pengadilan tinggi sebagai kawal depan (voorpost), yaitu fungsi mengadili, pembinaan, administrasi dan pengawasan. Beliau juga meminta pimpinan dan hakim tinggi menjadi role model bagi pegawai di bawahnya, sehingga harus bisa menjadi contoh dan panutan, serta haris bisa melakukan pembinaan dan akselerasi kinerja. 

Dalam kesempatan ini, Dirjen Badilum berdiskusi dengan para pimpinan tentang pelaksanaan tugas , serta tantangan apa yang dihadapi di satuan kerja.

IMG_6285.jpg

IMG_6256.jpg

IMG_6299.jpg

IMG_6307.jpg

IMG_6313.jpg

IMG_6306.jpg

IMG_6286.jpg

IMG_6320.jpg

video1284414086.mp4_snapshot_01.16.05.077.jpg

WhatsApp Image 2024-11-04 at 16.23.53 (1).jpeg

 

Sekretaris Ditjen Badilum Memimpin Serah Terima Alat Pengolah Data untuk 5 Pengadilan Negeri di Jawa Tengah

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum melanjutkan kegiatan distribusi alat pengolah data untuk mendukung kinerja pengadilan negeri di daerah. Kali ini, pada Kamis, 31 Oktober 2024, Sekretaris Ditjen Badilum, Kurnia Arry Soelaksono, S.E., S.H., M.Hum. menyerahkan paket alat pengolah data untuk 5 pengadilan negeri di Jawa Tengah yaitu PN Purwokerto, PN Purbalingga, PN Banjarnegara, PN Wonosobo dan PN Temanggung.

Pengadilan negeri yang menerima alat pengolah data dalam serah terima ini masing-masing mendapat 2 buah printer, 4 buah scanner serta paket buku dari Ditjen Badilum. Pengadaan alat pengolah data ini berasal dari dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Diharapkan, dengan tersedianya alat pengolah data untuk mendukung kinerja ini, pengadilan negeri ini dapat terus memberikan pelayanan prima kepada pencari keadilan.

20241031_205929.jpg

20241031_205901.jpg

20241031_205829.jpg

 

Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Memimpin Penilaian Role Model Pimpinan Pengadilan Negeri Tahun 2024

Pada Selasa, 29 Oktober 2024 di Command Center Ditjen Badilum, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, H. Bambang Myanto, S.H., M.H. memimpin penilaian kepada para calon role model dari pimpinan pengadilan negeri se-Indonesia. Penilaian ini dilakukan secara daring, di mana para calon role model dinilai bersama-sama oleh pimpinan Ditjen Badilum. Para calon role model pimpinan pengadilan negeri diuji bersama-sama oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum  didampingi Sekretaris Ditjen Badilum Kurnia Arry Soelaksono, S.E., S.H., M.Hum, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Umum, Zahlisa Vitalita, S.H., M.H. dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Hasanudin, S.H., M.H.

Pada tahap I, para pimpinan pengadilan negeri telah melalui tahap Clearance Badan Pengawasan MA, kemudian di tahap II para pimpinan pengadilan negeri menjalani Penilaian Kinerja dengan kriteria antara lain seperti Pelaksanaan Eksekusi, Nilai EIS, Survey SKM dan SPAK, Penyelesaian Administrasi Perkara Pidana dan Perdata, Ketepatan Waktu Pengiriman Berkas Upaya Hukum, Keberhasilan Mediasi, Presentase e-Litigasi dibandingkan Perkara Perdata, penerapan E-Register, Capaian Target Layanan Hukum Masyarakat Tidak Mampu, Akurasi Data (Pidana, Perdata) dari Perkara Putusan dan Anonimisasi, dan terkait Pengiriman Berkas Kasasi dan PK secara elektronik. Baru setelah penyaringan ini, para pimpinan pengadilan negeri menjalani wawancara panel dengan para pimpinan Ditjen Badilum di tahap III.

Kepada para calon role model, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum menyampaikan bahwa yang diujikan dalam wawancara panel ini bukanlah hal-hal teoritis, namun pelaksanaan tugas sebagai ketua pengadilan negeri dan penerapan peraturan Mahkamah Agung sehari-hari, sehingga para pimpinan harusnya dapat menjawab dengan tepat. Terdapat 30 (tiga puluh) orang calon role model yang lolos tahap seleksi awal dan mengikuti penilaian secara daring ini, dari 382 pengadilan negeri di seluruh Indonesia. Selanjutnya DItjen Badilum akan memilih role model terbaik yang akan mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Mahkamah Agung RI.

IMG_6218.jpg

IMG_6239.jpgIMG_6237.jpg

IMG_6244.jpg

IMG_6246.jpgIMG_6245.jpg

IMG_6243.jpgIMG_6241.jpg

IMG_6233.jpgIMG_6240.jpgIMG_6236.jpg